Icon

A Rapid Understanding On Eco-Design

Dalam rangka meningkatkan pengetahuan mengenai penyelenggaraan ekowisata pada umumnya dan penyediaan prasarana pendukung melalui desain ekowisata pada khususnya, Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango melaksanakan kegiatan diskusi yang bertajuk “A Rapid Understanding On Eco-Design” pada tanggal 13 Mei 2008 tersebut menghadirkan pembicara-pembicara dari IdeA – Innovative development for eco Awareness, konsultan yang sudah cukup dikenal bergerak dalam bidang arsitektur dan arsitektur lansekap terkait dengan budaya dan ekologi suatu kawasan yang dipimpin oleh Dr. Suhartini Sekartjakrarini atau akrab dipanggil sebagai ibu Tinuk.
Kegiatan yang diselenggarakan di Ruang Pertemuan Wisma Cinta Alam Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango ini dihadiri oleh 37 orang pegawai Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango baik itu Kepala Bidang, Kepala Seksi, Kepala Resort, fungsional PEH dan Pengurus KPRI Edelweis.

Pembicara memaparkan tentang bagaimana perencanaan sebuah desain ekowisata yang selaras dengan lingkungan dan budaya lokal. Selain itu dibahas juga desain ekowisata yang dapat dilakukan di suatu Taman Nasional dengan menggunakan bahan yang sangat ramah lingkungan, kuat, awet dan relatif murah serta mudah untuk mendapatkannya di Indonesia sepeti Bambu. Cukup menarik materi dan diskusi yang dilakukan, paling tidak dapat menambah wawasan dan cakrawala dalam berpikir serta “bermimpi” dalam mengelola suatu kawasan konservasi, seperti Taman Nasional yang lebih dinamis, bersahabat dengan alam dan tetap “gaul” – tidak ketinggalan jaman serta memberikan nilai tambah berupa pembelajaran bagi pengunjung “penikmat” alam. Harapan terakhirnya adalah semangat positif dari kunjungan di Taman Nasional dapat tetap tertanam dan di bawa pulang untuk selalu menjadi sumber inspirasi bagi diri sendiri maupun teman dan kerabat dekat di lingkungannya untuk menjadikan diri selalu tetap baik dan lebih baik lagi. Terima kasih rekan-rekan IdeA.

[teks & gambar © TNGGP 052008 | didin & kus]